Cerita Lucu

Digantung
Dipenjara 1 bulan karena membunuh. Dua orang napi sedang berbincang-bincang.

Napi I: “Berapa lama sih dipenjara?”
Napi II: “Satu bulan aja…”
Napi I: “Enteng tuh, memangnya kejahatanmu apa?”
Napi II: “Saya membunuh istri saya.”
Napi I: “Membunuh kok hanya dipenjara satu bulan ???”
Napi II: “Tapi setelah itu dihukum gantung!”

(Humor Hukum)

Bang Napi
Alkisah suatu hari Bang Napi si pengisi acara Sergap,yang terkenal dengan sebutan waspadalah…waspadalah. Tiba-tiba sakit panas dengan di sertai demam yang cukup tinggi,dan diapun di bawa kedokter dirumah sakit Polri Kramat Jati. Dan oleh dokternya setelah diperiksa dia suruh minum obat, tapi dia paling takut kalau suruh minum obat.Akhirnya si dokter ambil inisiatif dengan memberi johnny walker untuk diminum sebelum minum obatnya.Dan begini akhirnya cerita dia:

Dokter: “ini minum biar hilang rasa takutnya.”
Bang Napi: “terima kasih Dok.”

Dan minuman itu dihabiskan dalam sekejap,maklum pentolan preman. Setelah minum dia kembali ke dokter.

Dokter: “bagaimana rasanya sekarang,sudah berani…?”
Bang Napi: “iya,sekarang saya sudah berani,siapa yang suruh saya minum obat, tahu rasa dia akan saya beri bogem mentah.”
dokter: ………..???????????????……….

(Humor Hukum, Dokter)

Guru Kena Setrap
Seorang wanita muda harus menghadiri pengadilan tilang karena melanggar lampu merah. Dia menjelaskan kepada hakim bahwa dia seorang guru dan minta supaya perkaranya diselesaikan dengan cepat sehingga dia bisa segera kembali ke kelasnya.

Hakim: “Baik, baik. Jadi Anda seorang guru?
Sudah bertahun-tahun saya menunggu kedatangan seorang guru dalam sidang pengadilan saya. Sekarang Anda duduk menghadapi meja ini dan tulislah ‘Saya tidak akan melanggar lampu merah lagi’ sebanyak 500 kali.”

(Humor Hukum)

Orang Kaya Baru
Amir lagi ketiban durian runtuh, kaya mendadak tuh doi. Nah, pada hari Minggu Amir putar-putar kota pakai mobil mewahnya yang mengkilap … “cling” deh …. Ketika di lampu merah, Amir tahu harus berhenti. Karena itu, dia kemudian membuka pintu mobilnya, menjulurkan kakinya ke luar sampai menyentuh aspal.

Polisi: “Prittt, priittt!!!” (datang sambil bingung dan keki) “Maaf Pak, ini bahaya kalo kakinya dikeluarkan.”

Karena baru pertama kali ketemu polisi, Amir kaget dan diam seratus ribu bahasa.

Polisi: “Ada apa, Pak?”
Amir: “Ma … ma … af, Pa … Pak, saya di kampung biasa pakai sepeda, kalau berhenti kakinya harus diturunkan sebelah.”
Polisi: (sambil senyum) “Wakz, dasar OKB!”

(Humor Hukum)

Hakim Cacad
Seorang Hakim bodoh didatangi seorang warga untuk mengadu.

Warga: “Pak Hakim,ini aparat keamanan telah merugikan saya.”
Hakim: “Apa yang telah diperbuat oleh aparat itu…?”
Warga: “Dia naik motor dan menabrak istri saya yang hamil 5 bulan, dan sekarang istri saya telah keguguran, ia juga patah kaki dan tangan. Saya mohon Bapak Hakim sudi menghukumnya.”
Hakim: “Baiklah Pak, dan kamu aparat telah bersalah. Kamu saya hukum yaitu harus merawat istrinya sampai sembuh kaki dan tangannya. Juga harus bisa membuat hamil 5 bulan lagi, baru kamu kembalikan Istri tersebut kepada si Bapak. Mengerti?”
Bapak dan Aparat: “????”

(Humor Hukum)

Calon Mati
Pada saat sidang kasus pembunuhan istri, gara-gara masalah gono gini mereka. Terdakwa terlihat hanya diam membisu dan enggan bicara, dan ketika Hakim bertanya pada terdakwa.

Hakim: “anda mendengar vonis yang dibacakan oleh Jaksa…?”
Terdakwa: “saya mendengar Pak Hakim.”
Hakim: “apa yang anda dengar tadi…?”
Terdakwa: “saya adalah calon ‘camat’.”
Hakim: “lho kok bisa anda bilang calon camat…?”
Terdakwa: “ya camat artinya adalah calon mati.”
Hakim: “oh…begitu toh.”

(Humor Hukum)

Gara-Gara Kacang
Suatu hari di kebun binatang ragunan terjadi keributan yang melibatkan sekelompok anak muda dan pengawas kebun binatang.

Pengawas: “Mereka menyebabkan keributan yang menggemparkan di kebun binatang, pak.”
Hakim: “Heii.. kalian anak muda!! Aku tidak pernah senang mendengar laporan tentang kejahatan remaja. Sekarang aku ingin setiap orang dari kalian menyebutkan nama dan kesalahan yang telah kalian lakukan.”

Setelah itu anak-anak muda tersebut mulai menyebutkan namanya masing-masing.

Panji: “Namaku Panji, dan aku melempar Kacang ke dalam kandang gajah.”
Kodar: “Namaku Kodar, dan aku melempar Kacang ke dalam kandang gajah.”
Bari: “Namaku Bari, dan aku melempar Kacang ke dalam kandang gajah.”
Kacang: “Namaku Kacang.”

(Humor Hukum)

Bill Gates
Bill Gates orang terkaya didunia akan dicerai oleh istrinya. Saat sang istri ditanya oleh hakim pengadilan:

Hakim: “Kenapa anda ingin bercerai dengan dia. Bukankah ia orang terkaya di dunia?”
Istri: “Terang saja, karena ‘punya’-nya bill gates itu seperti nama perusahaannya, ‘micro’ dan ‘soft’.”

(Humor Hukum)

Pencuri Kocak
Pada suatu malam ada seorang pencuri yg ingin memasuki rumah Pak RT namun kejadian itu dilihat oleh dua anggota kepolisian yang satu Pak Hansip dan yg satunya pak Polisi setelah si pencuri tersebut mengetahui bahwa ia ketahuan ia pun lari pak Polisi.

Polisi: “hey berhenti atau saya tembak.” (pencuri tak takut oleh gertakan pak POLISI)
Hansip: “berhenti atau saya tembak!” (pencuri itu langsung berhenti)
Polisi: “mengapa pada waktu saya suruh kamu berhenti km tak mau berhenti, tetapi pada waktu Pak Hansip itu menyuruh km berhenti?
Pencuri: “kami berhenti kata si pencuri klo bapak nembak keker kaki kena kaki, tapi klo Pak Hansip nembak keker kaki kena kepala.”

(Humor Hukum)

Terdakwa Aneh
Tiga terdakwa diajukan ke pengadilan negeri.

Hakim: “Apa pengakuanmu?” (bertanya kepada terdakwa I)
Terdakwa II: “Tidak bersalah !!”
Hakim: “Tutup mulutmu! Aku tidak bicara padamu!”
Terdakwa III: “Tapi aku tidak bicara apa-apa,”

(Humor Hukum)

Nyolong Sepeda
Pada suatu suatu persidangan seorang hakim sedang menanyakan sesuatu pada seorang terdakwa.

Hakim : “saudara terdakwa, kenapa anda mencuri sepeda ?”
Terdakwa : “karena saya gak bisa nyetir mobil pak …”
Hakim : “???”

(Humor Hukum)

Permintaan Terakhir
Seorang hakim telah memutuskan vonis hukuman MATI bagi 2 orang tersangka pengedar narkoba tingkat I. 2 orang tersebut di bawa kepada sang eksekutor.

Eksekutor: “Apa permintaan terakhir Anda?”
Tersangka 1 : “Saya ingin menghisap lisong termahal dan terenak tuan”
Eksekutor: “Baik saya kabulkan, kalau anda?”
Tersangka 2: “Sebelum saya mati, ijinkanlah saya melihat anak saya di wisuda tuan ”
Eksekutor: “Baik saya kabulkan”
Tersangka 2: “Namun saat ini anak saya masih kelas 5 SD tuan, mungkin sekitar 10 tahun lagi dia akan di wisuda”
Eksekutor : ???!!??

(Humor Hukum)

Dokter Sarap
Dua orang dokter bedah meninggalkan ruang operasi setelah pasiennya dinyatakan meninggal.

Dokter I: “Maaf, kami sudah berusaha semampunya.”
Dokter II: “Tidak, Aku yang berusaha. Kamu mengacau. Aku dari tadi kan sudah bilang kalau jalan masuk ke jantungnya itu bukan melalui pembedahan di perut!”

(Humor Dokter)

Penyakit Menyenangkan
Seorang pria tua mengunjungi dokternya dan setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh, sang dokter berkata, “Aku punya berita baik dan buruk untukmu, yang mana yang ingin kamu dengar dulu?”

Pasien: “Hmmm …, berita buruk saja dulu.”
Dokter: “Kamu mengidap kanker, dan waktumu kira-kira hanya dua tahun.”
Pasien: “Oh, tidak! Dalam dua tahun aku akan mati! Berita baik apa yang dapat kamu sampaikan jika sudah begini?”
Dokter: “Kamu juga mengidap Alzheimer (penyakit lupa akut). Dalam tiga bulan ke depan, kamu akan lupa dengan apa yang pernah kukatakan.”

(Humor Dokter)

Kulit Kuning
Selesai melakukan pemeriksaan, berkatalah seorang dokter kepada pasiennya yang berkulit hitam.

Dokter: “Saudara menderita penyakit kuning!”

Mendengar keterangan dokter ini, si pasien bukannya terkejut atau khawatir tetapi dia malah sebaliknya dan senyum-senyum kegirangan. Tentu saja hal ini membuat dokter menjadi heran.

Dokter: “Kenapa Anda malah senang?”
Pasien: “Tentu saja, Dok! Lama sudah saya mendambakan kulit saya ini berubah warna menjadi kuning, rupanya sekaranglah saatnya baru tiba!”

(Humor Dokter)

Cegukan
Seorang laki-laki masuk ke sebuah apotek dan bertanya kepada si apoteker.

Pasien: “Apakah ada obat yang dapat menghilangkan cegukan?”

Tiba-tiba si apoteker langsung menampar pipi pria tersebut.

Pasien: “Kenapa Anda melakukan hal itu pada saya?”
Apoteker: “Ohh … itu adalah obat untuk mengatasi cegukan … lihat Anda sudah tidak cegukan lagi!” kata si apoteker dengan bangganya.
Pasien: “Memang saya tidak cegukan! Istrikulah yang sedang cegukan sekarang ini!”

(Humor Dokter)

Dokter Konyol
Seorang pasien sedang mengunjungi seorang dokter untuk yang pertama kalinya.

Dokter: “Sebelum Anda berobat kemari, biasanya Anda berobat kemana?”
Pasien: “Biasanya saya berobat ke penjual obat yang ada di pojokan itu.”

Dokter itu tak bisa menyembunyikan kemarahannya, karena dia tak suka dengan nasehat dan pengobatan yang diberikan oleh orang yang bukan dokter.

Dokter: “Nasehat bodoh apa yang diberikan orang itu padamu?”
Pasien: (dengan lugu si pasien menjawab) “Katanya sih saya harus berobat pada Anda.”

(Humor Dokter)

Tarik Toge Sampai Keluar
Percakapan dokter THT & pasien.

Pasien : “Telingaku kemasukan kacang hijau.”
Dokter : “Mari periksa!”

Diperiksa telinganya & kacang tsb susah diambil, mungkin dioperasi.

Dokter : “Ada 2 cara mengeluarkan biji tsb! Biaya operasinya 2 juta & ada yg gratis.”
Pasien : “Mahal amat! Kalo gratis?”
Dokter : “Cuma bersabar!”
Pasien : “Baiklah! Caranya?”
Dokter : “Sirami telinga anda 2Xsehari & jika jadi TOGE tarik keluar…….:D =))

(Humor Dokter)

Ga Ngompol Lagi
Kejadian ini dialami salah seorang kawan saya yang anaknya — sebut saja Upik — dirawat di rumah sakit tempat saya bekerja. Setelah beberapa minggu dirawat, anak itu sembuh dan dapat pulang. Sebagai ungkapan rasa terima kasih, orangtuanya berkunjung ke rumah saya. Dengan penuh semangat ia menceritakan bahwa kesembuhan anaknya itu berkat bantuan Samiatun.

Samiatun? Saya masih kurang paham dengan apa yang dibicarakan kedua orangtua Upik ini. Saya sampai memeras otak untuk mengingat-ingat karyawan atau petugas paramedis yang bernama Samiatun, tapi tak juga ketemu.

Saya: “Apa yang dilakukan Samiatun, Bu?”
Ibu: “Samiatun itu sangat membantu Upik kalau ia kesulitan ke belakang. Kalau tidak ada dia, mungkin anak saya sudah pipis di tempat tidur.”
Saya: “Kalau anak saya pipis, Samiatun diletakkan di bawahnya.”
Ibu: “Ha …?”
Saya: “Apa yang telah dilakukan pada anak itu oleh Samiatun? Hmm … ciri-ciri Samiatun itu bagaimana?”
Ibu: “Itu lo Mas, yang warnanya putih, dari plastik. Tempat untuk pipis. Namanya ´kan Samiatun, wong di situ jelas tertulis dengan huruf besar- besar: SAMIATUN. Begitu lo.”
Saya: “Ooo … itu namanya pispot, Bu. Bukan Samiatun. Ditulis begitu karena itu tinggalan pasien lama yang bernama Samiatun.”

(Humor Dokter)

Ngiler
Andi: “Aku kesal pada penyakitku.”
Dino: “Lho, memang kau kena penyakit apa, Di?”
Andi: “Itu, kalau tidur aku suka ngiler.”
Dino: “Oh, itu sih biasa, Di.”
Andi: “Biasa bagaimana?”
Dino: “Namanya orang tidur, kan tidak bisa meludah.” (Humor Dokter)
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s